3 Cara Cerdas Pakai Ekspedisi Darat Agar Ongkir Hemat

Ongkir sering jadi biaya yang diam-diam menggerus keuntungan. Barang laku, pesanan jalan, tetapi margin bisa habis karena cara kirimnya kurang tepat.

Masalah ini paling terasa saat Anda mengirim barang berat, stok usaha, furniture, spare part, atau barang grosir dalam jumlah besar. Dikutip dari laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, biaya logistik Indonesia pada Triwulan III 2025 tercatat sekitar 14,29% terhadap PDB. Artinya, efisiensi distribusi masih menjadi tantangan besar bagi banyak pelaku usaha.

Untuk menekan biaya, cara kirim barang hemat bukan sekadar mencari ongkir paling murah. Anda perlu memilih moda pengiriman yang sesuai, menghitung ukuran barang dengan benar, dan mengatur jadwal kirim agar biaya tidak membengkak.

Kapan Pengiriman Darat Lebih Menguntungkan?

Pengiriman darat lebih cocok untuk barang yang berat, besar, dan tidak harus sampai dalam waktu sangat cepat. Contohnya stok usaha, barang pindahan, perlengkapan toko, spare part, furniture, mesin kecil, hingga kiriman grosir partai besar.

Untuk barang seperti ini, kargo udara memang lebih cepat. Namun, biayanya biasanya jauh lebih tinggi.

Dilansir dari SPIL, kisaran umum cargo darat untuk antar kota besar di Jawa/Sumatra berada di Rp2.500–Rp5.000 per kg. Sementara itu, cargo udara berada di kisaran Rp20.000–Rp50.000 per kg. Tarif final tetap bergantung pada rute, jenis barang, volume, dan layanan tambahan.

Sebagai simulasi, pengiriman 100 kg barang lewat cargo darat bisa berada di kisaran Rp250.000–Rp500.000. Jika memakai cargo udara, estimasinya bisa mencapai Rp2.000.000–Rp5.000.000.

Angka tersebut bukan tarif final, tetapi cukup menggambarkan kenapa pengiriman darat lebih rasional untuk barang besar yang tidak mendesak. Jika kebutuhan logistik Anda mencakup barang berukuran besar, pindahan, atau stok usaha partai besar, menggunakan layanan ekspedisi darat bisa menjadi pilihan yang lebih hemat dan masuk akal.

3 Trik Memaksimalkan Pengiriman agar Biaya Lebih Ditekan

Cara cerdas dan hemat menggunakan layanan ekspedisi darat untuk bisnis UMKM

Memakai pengiriman darat saja belum otomatis hemat. Banyak pengirim tetap membayar lebih mahal karena barang dikirim terpisah, packing terlalu longgar, atau tidak memanfaatkan layanan pickup.

Berikut tiga cara yang bisa langsung diterapkan.

1. Lakukan Konsolidasi Kiriman dalam Satu Waktu

Jangan terburu-buru mengirim barang sedikit-sedikit jika jadwalnya masih bisa diatur. Untuk kebutuhan bisnis, pengiriman yang digabung sering kali lebih efisien dibanding pengiriman kecil yang dilakukan berkali-kali.

Misalnya, toko Anda punya 5 paket masing-masing 10 kg. Jika dikirim terpisah, setiap paket bisa terkena biaya minimum atau ongkir yang kurang efisien. Namun, jika digabung menjadi 50 kg dalam satu pengiriman, peluang mendapatkan tarif cargo biasanya lebih baik.

Cara ini cocok untuk toko online, reseller, distributor, dan pedagang grosir yang punya jadwal kirim rutin. Anda bisa membuat jadwal pengiriman mingguan agar stok usaha tetap bergerak tanpa membuat ongkir terlalu boros.

2. Padatkan Kemasan untuk Menghindari Berat Volumetrik

Packing yang longgar bisa mahal.

Dalam pengiriman kargo, biaya tidak selalu dihitung dari berat asli. Jika barang ringan tetapi ukurannya besar, ekspedisi dapat menghitung biaya berdasarkan berat volumetrik.

Menurut Sentral Cargo, rumus volume untuk pengiriman cargo jalur darat atau laut adalah panjang x lebar x tinggi dalam cm, lalu dibagi 4000.

Contohnya, barang berukuran 80 cm x 50 cm x 40 cm memiliki berat volumetrik 40 kg.

80 x 50 x 40 / 4000 = 40 kg

Jika berat asli barang hanya 25 kg, ongkir bisa dihitung berdasarkan 40 kg karena ukuran paket memakan ruang lebih besar. Di sinilah banyak pengirim merasa ongkirnya membengkak, padahal masalahnya ada di dimensi kemasan.

Gunakan kardus yang ukurannya pas. Isi ruang kosong secukupnya dengan pelindung, tetapi jangan membuat kemasan jauh lebih besar dari ukuran barang.

3. Manfaatkan Layanan Penjemputan ke Lokasi

Biaya kirim tidak berhenti di tarif ekspedisi. Kadang Anda masih harus menyewa pikap, membayar tenaga angkut, atau meluangkan waktu untuk membawa barang ke gudang ekspedisi.

Karena itu, tanyakan apakah penyedia jasa cargo menyediakan layanan pickup atau door-to-door. Untuk barang besar, layanan ini bisa membantu memangkas biaya tambahan di luar ongkir utama.

Sebelum memakai pickup, pastikan area penjemputan, akses lokasi, jumlah koli, estimasi berat, dan kemungkinan biaya tambahan. Dengan begitu, total biaya lebih jelas sejak awal.

Insan Cargo: Solusi Pengiriman Darat Terpercaya

Setelah tahu berat, ukuran, jumlah koli, dan rute pengiriman, langkah berikutnya adalah memilih penyedia cargo yang bisa memberi estimasi biaya dengan jelas.

Jangan hanya melihat harga paling murah. Perhatikan juga pilihan layanan, cakupan rute, cara komunikasi, dan kemampuan menangani barang besar atau berat.

Menurut informasi pada situs resminya, Insan Cargo melayani pengiriman barang besar, berat, kendaraan, pindahan, kebutuhan bisnis, FCL, LCL, sewa truk, dan logistik project ke berbagai wilayah Indonesia.

Untuk kebutuhan barang besar, stok usaha, pindahan, atau distribusi antarkota, Insan Cargo bisa dipertimbangkan sebagai jasa pengiriman barang murah dengan pilihan layanan yang fleksibel.

Sebelum mengirim, sampaikan detail barang secara lengkap. Mulai dari berat aktual, dimensi, jumlah koli, kota tujuan, kebutuhan pickup, hingga jenis perlindungan tambahan jika barang mudah rusak.

Kesimpulan

Cara kirim barang hemat bukan cuma soal mencari ongkir paling rendah. Yang lebih penting adalah memilih moda yang sesuai, menggabungkan kiriman, menghitung berat volumetrik, dan memastikan semua biaya tambahan sudah jelas sejak awal.

Untuk barang berat, stok usaha, barang pindahan, atau distribusi partai besar, pengiriman darat sering kali lebih masuk akal dibanding pengiriman reguler atau udara.

Sebelum kirim, hitung dulu berat asli dan ukuran barang. Setelah itu, minta estimasi biaya dari jasa cargo yang bisa menjelaskan tarif, pickup, packing, dan asuransi secara terbuka.

FAQ Seputar Ekspedisi Kargo Darat

Apakah barang elektronik aman dikirim melalui kargo darat?

Bisa aman, asalkan packing-nya sesuai. Gunakan bubble wrap berlapis, kardus tebal, dan packing kayu jika barang bernilai tinggi atau mudah rusak.

Beri tahu pihak ekspedisi agar barang diberi label Fragile. Jika tersedia, tambahkan asuransi pengiriman untuk mengurangi risiko kerusakan atau kehilangan.

Berapa minimal berat yang disyaratkan untuk menggunakan tarif kargo darat?

Kebijakan tiap perusahaan ekspedisi bisa berbeda. Umumnya, layanan kargo lebih cocok untuk pengiriman dengan berat besar atau jumlah banyak.

Sebelum kirim, tanyakan minimum charge kepada pihak ekspedisi. Ini penting agar Anda tahu apakah barang lebih cocok dikirim sebagai cargo atau masih lebih efisien memakai layanan reguler.

Jika berat barang hanya 20 kg tetapi ukurannya sangat besar, apakah tetap bisa pakai kargo?

Bisa. Namun, biaya kemungkinan dihitung berdasarkan berat volumetrik jika ukuran barang lebih besar dibanding berat aslinya.

Rumus umum cargo darat adalah panjang x lebar x tinggi dalam cm, lalu dibagi 4000. Karena itu, gunakan kemasan yang pas agar volume barang tidak membengkak tanpa perlu.

Referensi

  • Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. “Laporan Capaian Kinerja Sementara Triwulan III Tahun 2025.” Dashboard Kinerja Kemenko Perekonomian, 2025, https://kinerja.ekon.go.id/perencanaan/download/narasi_kinerja_tw3-1501-2025-1vwZK.pdf.
  • SPIL. “Jasa Cargo Murah: Pengiriman Barang Besar Hemat & Aman.” SPIL, 20 Sept. 2025, https://www.spil.co.id/blogs/jasa-cargo-murah/.
  • Sentral Cargo. “Cara Menghitung Rumus Volume Barang Pada Jasa Ekspedisi Pengiriman Barang.” Sentral Cargo, https://sentralcargo.co.id/cara-menghitung-rumus-volume-barang-pada-jasa-ekspedisi-pengiriman-barang.
  • Insan Cargo. “Insan Cargo: Jasa Ekspedisi Cargo Darat, Laut, dan Udara.” Insan Cargo, https://insancargo.com/.

Posting Komentar untuk "3 Cara Cerdas Pakai Ekspedisi Darat Agar Ongkir Hemat"