Luka sudah kering, tapi kulit malah terasa gatal, memerah, atau mulai menonjol? Kondisi ini wajar membuat khawatir, apalagi jika bekas luka berada di area yang mudah terlihat atau sering bergesekan dengan pakaian.
Bekas luka tidak selalu langsung rata setelah luka menutup. Pada sebagian orang, jaringan kulit masih aktif memperbaiki diri dan bisa membentuk bekas yang lebih tebal. Karena itu, cara merawat bekas luka sebaiknya dimulai sejak luka benar-benar kering, tertutup sempurna, dan tidak lagi mengeluarkan darah atau cairan.
Mengenal Penyebab Bekas Luka Timbul dan Kemerahan
Saat kulit terluka, tubuh memproduksi kolagen untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Kolagen ini dibutuhkan agar luka menutup dan kulit kembali kuat.
Masalah muncul ketika produksi kolagen terlalu aktif. Jaringan parut dapat menumpuk, terasa lebih keras, lalu naik ke permukaan kulit. Kondisi ketika jaringan parut tampak menebal, kemerahan, atau timbul setelah luka sembuh sering dikenal sebagai Bekas Luka Hipertrofik.
Bekas luka hipertrofik biasanya tetap berada di area luka awal. Ini berbeda dengan keloid yang dapat melebar melewati batas luka asli.
Dikutip dari review medis berjudul An Updated Review of Hypertrophic Scarring, prevalensi bekas luka hipertrofik dilaporkan berkisar 32–72%. Review yang sama juga menyebut risikonya lebih tinggi pada luka bakar dewasa, kulit lebih gelap, usia lebih muda, perempuan, luka yang luas, serta luka di area leher dan tungkai atas.
Artinya, cara mencegah keloid atau bekas luka menonjol perlu dilakukan sedini mungkin setelah luka tertutup sempurna.
Cara Merawat Bekas Luka Secara Efektif
Merawat bekas luka tidak perlu agresif. Yang penting, area kulit tetap bersih, terlindungi, dan tidak terus-menerus teriritasi.
1. Jaga Kebersihan Area Bekas Luka
Bersihkan area bekas luka dengan lembut, terutama jika masih ada sisa kotoran di sekitar kulit. Gunakan pembersih luka yang tidak terlalu keras agar kulit tidak makin sensitif.
Setelah itu, keringkan dengan kasa steril. Cukup tepuk pelan, jangan digosok. Gesekan kasar bisa membuat kulit yang baru pulih kembali iritasi.
Jika bekas luka mudah terkena debu atau sering tersentuh tangan, tutup sementara dengan plester luka saat beraktivitas.
2. Lindungi dari Sinar Matahari dan Gesekan
Bekas luka baru lebih mudah berubah warna saat terkena sinar matahari. Menurut American Academy of Dermatology, bekas luka yang tidak tertutup pakaian sebaiknya dilindungi dengan sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30.
Selain sinar matahari, gesekan pakaian juga bisa membuat bekas luka terasa makin gatal. Ini sering terjadi pada area bahu, dada, perut, siku, lutut, atau bagian tubuh yang sering bergerak.
Gunakan pelindung sesuai kebutuhan. Plester transparan bisa dipilih untuk area yang sering terlihat, sedangkan plester anti air membantu melindungi kulit saat mandi atau ketika area tersebut mudah terkena air.
3. Tahan Keinginan untuk Menggaruk
Bekas luka yang gatal memang mengganggu. Namun, menggaruk bisa membuat kulit luka lagi, memicu iritasi, dan memperparah peradangan.
Jika gatal terasa mengganggu, kompres dingin sebentar di sekitar area bekas luka. Jangan tempelkan es langsung ke kulit. Bungkus dengan kain bersih, lalu gunakan beberapa menit saja.
Segera periksa ke tenaga medis jika bekas luka terasa panas, sangat nyeri, bengkak, bernanah, kemerahan meluas, atau tumbuh cepat melewati batas luka awal.
Gunakan Perawatan Bekas Luka yang Tepat
Setelah bekas luka bersih, kering, dan tidak lagi terbuka, perawatan bisa dilanjutkan dengan produk khusus scar reduction. Ini berbeda dari plester biasa yang fungsi utamanya hanya melindungi luka dari debu dan kotoran.
Salah satu metode yang sering digunakan adalah plester perata bekas luka atau silicone gel sheet. Dilansir dari panduan Chelsea and Westminster Hospital NHS, silicone gel sheet dapat membantu memperbaiki warna, tinggi, dan tekstur bekas luka, sekaligus membantu mengurangi rasa gatal dan tidak nyaman. Panduan tersebut juga menyebut 90 hari sebagai periode awal penggunaan.
Untuk membantu mendukung perbaikan tampilan bekas luka secara bertahap, Anda bisa menggunakan Hansaplast Plester Bekas Luka setelah luka benar-benar tertutup. Berdasarkan keterangan produk, plester ini berbahan polyurethane, fleksibel, breathable, waterproof, dan hasil awal dapat terlihat setelah 3–4 minggu pemakaian rutin.
Meski begitu, hasil tiap orang bisa berbeda. Cochrane menyebut bukti tentang silicone gel sheeting untuk bekas luka hipertrofik masih berada pada tingkat kepastian rendah hingga sangat rendah. Jadi, gunakan perawatan ini secara konsisten sebagai dukungan, bukan sebagai jaminan hasil instan.
Checklist sederhananya: pastikan luka sudah tertutup sempurna, bersihkan area kulit, keringkan dengan kasa steril, lindungi dari gesekan, hindari sinar matahari berlebih, jangan digaruk, lalu gunakan perawatan bekas luka khusus jika kulit sudah benar-benar kering.
Kesimpulan
Cara merawat bekas luka agar tidak menebal dan gatal dimulai dari langkah sederhana: jaga kebersihan, lindungi dari gesekan, hindari paparan matahari berlebih, dan jangan digaruk.
Setelah luka tertutup sempurna, gunakan perawatan bekas luka yang memang dirancang untuk membantu mendukung perataan tekstur dan perbaikan tampilan kulit. Semakin cepat dirawat dengan cara yang tepat, semakin besar peluang bekas luka terasa lebih nyaman dan tidak makin menonjol.
FAQ Seputar Perawatan Bekas Luka
Apakah bekas luka yang sudah lama menebal masih bisa diratakan?
Bekas luka lama masih bisa membaik tekstur dan warnanya, tetapi biasanya butuh waktu lebih panjang. Perawatan seperti plester poliuretan atau silicone gel sheet perlu digunakan secara konsisten.
Kapan waktu yang tepat untuk mulai merawat bekas luka?
Mulai rawat bekas luka setelah luka benar-benar kering, tertutup sempurna, dan tidak ada darah atau cairan yang keluar. Jangan gunakan plester perata bekas luka pada luka terbuka atau luka basah.
Mengapa bekas luka terasa sangat gatal?
Bekas luka bisa terasa gatal karena jaringan parut masih aktif berubah dan kulit di area tersebut lebih sensitif. Jika gatal disertai panas, bengkak, nyeri, atau keluar cairan, sebaiknya segera periksa ke tenaga medis.
Referensi
- American Academy of Dermatology Association. “Scars: Diagnosis and Treatment.” AAD, https://www.aad.org/public/diseases/a-z/scars-treatment.
- Chelsea and Westminster Hospital NHS Foundation Trust. “Silicone Gel Sheets.” Chelsea and Westminster Hospital NHS Foundation Trust, https://www.chelwest.nhs.uk/your-visit/patient-leaflets/burns/silicone-gel-sheet.
- Cochrane. “Silicone Gel Sheeting for Treating Hypertrophic Scars.” Cochrane, 26 Sept. 2021, https://www.cochrane.org/evidence/CD013357_silicone-gel-sheeting-treating-hypertrophic-scars.
- Hansaplast. “Penyebab dan Cara Mengobati Bekas Luka Hipertrofik.” Hansaplast Indonesia, https://www.hansaplast.id/artikel/kesehatan-dan-perlindungan/penyebab-dan-cara-mengobati-bekas-luka-hipertrofik.
- Hansaplast. “Plester Bekas Luka 21 Lembar.” Hansaplast Indonesia, https://www.hansaplast.id/produk/scar-reducer/plester-bekas-luka-21-lembar.
- Mony, M. P., et al. “An Updated Review of Hypertrophic Scarring.” International Journal of Molecular Sciences, 2023, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10000648/.

Posting Komentar untuk "Cara Merawat Bekas Luka Agar Cepat Rata & Tidak Gatal"